Selasa, 03 Juni 2008

PRASARAN JALAN DAN AKSES PENDIDIKAN

IDENTIFIKASI JALAN TERHADAP SARANA PENDIDIKAN
DI KABUPATEN KARANGANYAR


A. PENDAHULUAN

Seiring perkembangan wilayah suatu daerah banyak sekali dibutuhkan pembangunan prasarana seperti jalan, pasar, terminal, jembatan dll. Prasarana terjebut sangat penting untuk mendukung aktivitas manusia di wilayah tersebut. Kemudian pembangunan prasarana jalan bermanfaat untuk keseimbangan dan pemerataan pembangunan daerah, membentuk dan memperkukuh kesatuan nasional untuk memantapkan pertahanan dan keamanan nasional, dan membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan. Konsep pembangunan prasarana jalan harus dilihat secara komprehensip terhadap faktor kependudukan, guna lahan, pendidikan, perkantoran, industri dan pusat perdagangan serta prasarana lain yang dilihat berdasarkan konsep demand dan supply.

Kondisi dilapangan pembangunan prasarana seperti jalan kadang kala berorientasi pada program bukan pada kebutuhan dan keseninambungan pembangunan sarana sehingga timbul over lap, seperti pembangunan jalan yang tidak terpadu dengan pembangunan sarana seperti pendidikan, contoh kasus dahulu fasilitas gedung sekolah dahulu dibangun di sebelah jalan kolektor sekunder, seiring perkembangan kota dan wilayah jalan tersebut diperlebar sehingga fungsi jalan berubah menjadi jalan arteri yang melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh dan kecepatan tinggi. Kondisi ini sering terjadi, akan tetapi juga banyak didirikan sarana pendidikan yang tidak tepat, pendirian gedung Sekolah Dasar dan SMP yang di letakan di sebelah jalan arteri, sehingga kondisi sekitar sangat bising, rawan kecelakaan dan ketenangan tidak ada, kondisi tersebut tidak mendukung proses pembelajaran karena tidak ada ketenangan dan konsentrasi siswa.


B. PRASARANA JALAN
Prasarana jalan merupakan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalulitas yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, dibawah permukaan tanah dan atau air, serta diatas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.
· Klasifikasi jalan sebagai sistem
- sistem jaringan jalan primer, merupakan sistem jaringan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan
- sistem jaringan jalan sekunder, merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasaan perkotaan
· Fungsi jalan
- Jalan arteri, berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh,kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.
- Jalan kolektor, berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi
- Jalan lokal, berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat
- Jalan lingkungan, berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah

· Status jalan
- Jalan nasional : merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.
- Jalan provinsi : merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
- Jalan kabupaten : merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.
- Jalan kota : adalah jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan antarpersil, serta menghubungkan antarpusat permukiman yang berada di dalam kota.
- Jalan desa : merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antarpermukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.


· Menurut kelasnya
- Jalan bebas hambatan (freeway) :
jalan umum untuk lalu lintas menerus yang memberikan pelayanan menerus/tidak terputus dengan pengendalian jalan masuk secara penuh, dan tanpa adanya persimpangan sebidang, serta dilengkapi dengan pagar ruang milik jalan, paling sedikit 2 (dua) lajur setiap arah dan dilengkapi dengan median
- Jalan sedang (road) :
jalan umum dengan lalu lintas jarak sedang dengan pengendalian jalan masuk tidak dibatasi, paling sedikit 2 (dua) lajur untuk 2 (dua) arah dengan lebar paling sedikit 7 (tujuh) meter
- Jalan kecil (street) :
jalan umum untuk melayani lalu lintas setempat, paling sedikit 2 (dua) lajur untuk 2 (dua) arah dengan lebar paling sedikit 5,5 (lima setengah) meter.


C. SARANA PENDIDIKAN
Kabupaten karanganyar merupakan suatu daerah yang berada di timur kota Surakarta dan berbatasan dengan kabupaten Sukoharjo, Sragen dan Magetan, kondisi wilayah Karanganyar cukup strategis dalam akses transportasi antar kota. Di tengah-tengah kota ada sebuah jalan yang menghubungkan transportasi dari Kota Surakarta menuju Kabupaten Magetan Propinsi Jawa Timur sehingga kondisi jalan tersebut sangat luas dan panjang dan berfungsi sebagai jalan arteri yang menghubungkan ibu kota kabupaten yang cukup padat dan lulintas kecepatan tinggi.

Sarana Pendidikan merupakan alat, tempat, dan atau gedung yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran, gedung-gedung sekolahan merapakan sarana yang sangat penting dalam pendidikan sehingga pembangunan sekolahan harus diperlukan pengkajian dan penelitian yang cukup penjang, ada beberapan sekolahan di Kabupaten karanganyar yang didirikan disebelah jalan arteri seperti :

Gedung SMP : 1. SMPN 1 JATEN
2. SMPN 5 KARANGANYAR
3. SMPN 2 KARANGANYAR
4. SMPN 3 KARANGANYAR
5. SMPN 1 BANGSRI

Gedung SD : 1. SDN 1 JATEN
2. SDN 1 PAPAHAN
3. SDN 3 KARANGANYAR
4. SDN 1 KARANGANYAR

Gedung TK : 1. TK BAYANG KARA KARANGANAYR
2. TK TELADAN


Lokasi sekolah tersebut dapat dilihat pada denah :






D. IDENTIFIKASI JALAN DAN LOKASI SEKOLAH




E. PERMASALAHAN TRANSPORTASI (KASUS LOKASI PENDIDIKAN DI SEKITAR JALAN PALUR-BEJEN KARANGANYAR)

Dalam perkembangan perkotaan kebutuhan infrastruktur ditentukan atau dipengaruhi oleh struktur ruang kota. Perencana kota mengenal beberapa bentuk kota, yang secara tidak langsung mencerminkan kemudahan interaksi antara aktivitas dan penduduknya. Kelancaran pengunaan prasaran jalan sangat dipengaruhi aktifitas ekonomi, dan pendidikan. Semakin meningkan jumlah penduduk akan mengakibatan naiknya aktivitas ekonomi dan pendidikan, kondisi di sekitar jalan Palur – Bejen merupakan jalan arteri yang disekitarnya dipenuhi aktivitas ekonomi seperti pertokoan, komplek perkantoran, sekolahan, pedagang kaki lima, pasar, komplek industri sehingga pada jam-jam tertentu jalan tersebut mengalami peningkatan pengguna jalan, sehingga berakibat pada kemacetan juga sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kepadatan jalan sering terjadi pada pukul 06-08 dimana banyak aktivitas orang pergi ke sekolah, ke kantor dan aktivitas buruh pabrik yang mengalami pergantian ship sehingga aktivitas tersebut menyebabkan kemacetan dan kesemrawutan berlalu lintas. Demikian pula pada pukul 14.00 – 16.00 aktivitas balik dari sekolah, pulang kerja baik dari kantor maupun pabrik yang juga menyebabkan kapadatan jalan dan kemacetan.

Fungsi jalan yang seharusnya untuk memperlancar akses dan aktivitas orang tidak maksimal dikarenakan pada jalan tersebut banyak pedagang kakilima yang berjualan mengunakan badan jalan khususnya pada jam sore hari pukul 18.00 – 21.00 akibatan dari tidak tertatanya pedagang kakilima tersebut menyebabkan sering terjadi kesemrawutan dan kecelakaan, kondisi ini yang belum ditata oleh pemerintah daerah.

F. PEMBAHASAN KASUS PERMASALAHAN TRANSPORTASI DAN LOKASI PENDIDIKAN

Dalam suatu kegiatan sistem tranportasi, ada komponen-komponen yang mempengaruhinya. Komponen tersebut dapat memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan bentuk dan jenis komponen itu sendiri. Komponen tersebut dapat berupa prasarana jalan dan sarana. Prasarana adalah sesuatu yang dapat menjadi media terjadinya kegitan transportasi, seperti jalan raya, jalan rel, terminal, halte, laut, pipa, udara dan sebagainya. Sedangkan sarana adalah suatu yang berujud kendaraan berfungsi sebagai alat yang dapat memindahkan sesuatu baik orang untuk mencapai tujuannya. Agar kegiatan tgransportasi dapat terselenggara dengan baik, aman, tertib dan lancar maka perlu adanya rencana operasi atau prosedur pengaturan yang mengikat. Sistem transportasi harus benar-benar dapat dimengerti karena dalam perencanaan transportasi banyak kaitan yang saling menentukan kelancaran transportasi seperti, tata guna lahan, sarana-prasarana, kebangkitan, volume jalan, kependudukan dan aktivitas perekonomian. Sistem transportasi dapat digambarkan sebagai berikut :

permasalahan transportasi dapat disebabkan karena ketidak seimbangan antara sistem jaringan dengan aktivitas, dengan kata lain ketidak seimbangan antara demand dan suply. Dengan tidak seimbangnya kondisi tersebut akan menyebabkan kemacetan dengan kemacetan dapat menyebabkan polusi udara mapun suara juga terjadi ketidak efisiensian baik waktu dan energi.

Untuk mengkaji kondisi jalan dalam kasus diatas perlu dilakukan perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan penghitungan kinerja jalan, kapasiatas dan volume jalan.

Aktivitas umum di lokasi pendidikan sepanjang jalan Palur- Bejen Karanganyar
a. Lokasi sekolah SMP Negeri 2 berada di sebelah selatan jalan, SMPN 4 dan SMPN 1 Jaten dibelelah utara Jalan Arteri, sedangakan SD Negeri1, SDN 3 di sebelah selatan jalan arteri,
b. Kegiatan olah raga di laksanakan di stadion 45 dan lapangan yang harus melewati jalan
c. Jumlah siswa :
SMPN 2 Karanganyar : 800 siswa
SMP N 4 Karanganyar : 460 siswa
SMPN 1 Jaten : 740 siswa
SDN 1 Karanganyar : 360 siswa
SDN 3 Karanganyar : 340 siswa
Keadaan Sarana kota Karanganyar :
Kios/toko : 258 buah
Pasar : 2 buah
PKL : 225 buah
d. Budaya masyarakat yaitu lebih bangga bila menyekolahkan anaknya di sekolah negeri sehingga setiap tahun sekolah menambah jumlah penerimaan peserta didik.
e. Pasar Bejen menempati lahan di pinggir Jalan Provinsi sehingga kegiatan Pasar berlangsung setiap hari, konsumen dan distributor berasal dari berbagai desa/kota.
f. Masyarakat membutuhkan pendidikan dan melakukan aktivitas ekonomi.
g. Kegiatan pendidikan dan kegiatan perdagangan menimbulkan arus lalu lintas.
h. Menyatunya jam kegiatan belajar yaitu masuk pukul 07.00 dan berakhir pukul 13.30
i. Makin sejahteranya Masyarakat sehingga banyak yang menggunakan kendaraan pribadi.
Sistem Jaringan
a. Sarana transportasi yang digunakan antara lain : sepeda motor, mobil pribadi, bus, mini bus, angkutan pedesaan.
b. Kapasitas jalan
Lebar efektif : 10 m; lebar bahu jalan : 8 m
c. Tipe jalan : 2 lajur 2 arah
d. Pemisah arus 2 arah 50/50
e. Ruang (kapasitas jalan) tidak dapat optimum menampung volume lalu lintas
f. Tidak tersedia lahan untuk pemberhentian angkutan umum
Sistem Pergerakan
a. Aktivitas Masyarakat membutuhkan jalan dan sarana transportasi
b. Bangkitan lalu lintas terjadi memusat pada lokasi tertentu karena lokasi pendidikan dan pasar berada pada tempat yang sama.
c. Volume lalu lintas mencapai puncaknya pada suatu ruang dan satu waktu pada jam 06.00 – 07.30 dan jam 13.00 – 14.00
d. Tingginya hambatan samping yaitu :
- pejalan kaki yang menuju sekolah dan pasar yang menggunakan predetarian berukuran 1,25 m
- angkutan umum yang menurunkan/menaikkan penumpang di badan jalan dan kendaraan lain berhenti.
- Kendaraan keluar/masuk lokasi sekolah atau pasar
- Kendaraan yang berbalik arah
- Kendaraan yang bongkar atau muat barang dan parkir di pasar belum teratur dengan baik
- Pedagang kaki lima yang menempati trotoar di sekitar pintu masuk sekolah sehingga memperlambat pengguna jalan.
Akibat :
Kesenjangan antara kapasitas dan volume lalu lintas, berakibat pada :
a. Kemacetan
Kemacetan terjadi pada jam puncak karena ketidak seimbangan antara sistem aktivitas dan sistem jaringan
b. Antrian
Antrian terjadi karena angkutan umum berhenti di depan pintu masuk sekolah dan pejalan kaki baik yang akan menyeberang maupun yang melalui pedestrian yang memiliki lebar 1m.
c. Kecelakaan
Kecelakaan terjadi apabila tidak ada petugas satpam/polisi yang mengatur arus keluar / masuk ke lokasi sekolah
Penghitungan kinerja jalan dengan sistem matika sebagai berikut :


pengitungan volume jalan di sepanjang jalan Palur- Bejen Karanganyar sebagai berikut :






dari hasil pengamatan dan pencatan jumlah volumen pengunan jalan di jalan Palur-Bejen Kabupaten karanganyar sebagai berikut :

















Penghitungan Kapasiatas Jalan :

















G. KESIMPULAN DAN SARAN

Tata guna lahan merupakan satu dari penentu utama pegerakan dan aktivitas. Aktivitas ini dikenal dengan istilah bangkitan perjalanan. Konsep yang mendasari hubungan antara tata guna lahan dan transportasi adalah aksesbilitas. Dalam konteks yang paling luas, aksesbilitas berarti kemudahan melakukan pergerakan di antara dua tempat. Di kabupaten Karanganyar pembangunan tata ruang kota belum mengarah pada pembangunan yang terarah dan terkaitan dengan sektor lain sehingga pada kondisi saat ini pembagunan sarana pendidikan yang seharusnya di dirikan pada lingkungan yang tenang tetapi dibangun pada pinggir jalan raya/arteri antar kotan dan propinsi sehinga pada jam-jam tertentu banyak mengalami kemacetan dan polusi udara maupun suara, dengan kondisi yang bising tersebut secara langsung terganggunya proses belajar mengajar.


Beberapa saran untuk mengurangi kemacetan dan kinerja jalan terhadap sarana kota :
perla peningkatan kapasiatas jalan dan penambahan ruas jalan untuk mengantisipasi kepadatan pengguna jalan
pembagunan sarana pendidikan sebaiknya diletakan jauh dari jalan raya atau arteri
menurunkan hambatan samping dengan cara pembuatan halte yang tepat, lokasi parkir, menyediakan fasilitas penyebrangan
pengurangan volume kendaraan pribadi pada jam-jam tertentu Angkutan umum yaitu suatu moda angkutan yang dapat digunakan siapa saja, yang diatur secara baik
Car sharing yaitu penggunaan bersama suatu moda kendaraan yang dimiliki oleh salah satu peserta car sharing.

DAFTAR PUSTAKA


Buku kabupaten dalam angka Kabupaten Karanganyar 2005, kerjasama Bappeda
dan Statistik
Buku Informasi 2006, Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar
Kodoatie, Robert J, 2003, Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Yogyakarta :
pustaka Pelajar
Rarnasari R, Anita. 2007 Materi Kuliah Kedudukan Prasarana Jalan Terhadap
Sarana Perkotaan. MTPWK UNDIP
Ratnasari R, Anita. 2007. Materi kuliah prasarana jalan dalam perencanaan
pendidikan. MTPWK UNDIP

Tidak ada komentar: